Kupang, Avis News — Lembaga pemeringkat Henley Passport Index merilis pemutakhiran data paspor terkuat di dunia tahun 2026 yang mengukuhkan Singapura di posisi puncak dengan akses bebas visa ke 192 destinasi pada pertengahan Agustus 2026. Laporan berkala kekuatan dokumen perjalanan global tersebut dipublikasikan guna memetakan tingkat mobilitas internasional warga negara, mengukur dominasi kawasan Asia di sektor diplomasi global, serta menjadi acuan bagi dunia pariwisata dan bisnis antarnegara.

Dominasi kawasan Asia di papan atas peta mobilitas global kian tidak tergoyahkan pada tahun ini. Tepat di bawah Singapura, posisi kedua diduduki secara bersama oleh negara-negara kuat Asia, sementara Uni Emirat Arab mencatatkan lonjakan paling pesat dengan menambah 153 destinasi bebas visa dalam dua dekade terakhir.

Sementara itu, posisi paspor Indonesia menurut Henley Passport Index 2026 berada di peringkat ke-68 dunia dengan akses ke 70 destinasi. Adapun menurut versi Passport Index, Indonesia berada di peringkat ke-58 dengan Mobility Score 89, di mana perbedaan peringkat ini terjadi akibat perbedaan metodologi serta pemetaan kategori akses perjalanan antar lembaga pemeringkat.

Berikut adalah daftar 10 peringkat teratas paspor terkuat di dunia tahun 2026 versi Henley Passport Index:

  • Peringkat 1: Singapura (192 destinasi)
  • Peringkat 2: Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab (188 destinasi)
  • Peringkat 3: Swedia (187 destinasi)
  • Peringkat 4: Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Spanyol (186 destinasi)
  • Peringkat 5: Austria, Yunani, Malta, Portugal, Swiss (185 destinasi)
  • Peringkat 6: Hungaria, Polandia, Inggris (184 destinasi)
  • Peringkat 7: Australia, Kanada, Ceko, Latvia, Malaysia, Selandia Baru, Slovakia, Slovenia (183 destinasi)
  • Peringkat 8: Kroasia, Estonia (182 destinasi)
  • Peringkat 9: Liechtenstein, Lithuania (181 destinasi)
  • Peringkat 10: Islandia, Amerika Serikat (180 destinasi)

Pergeseran posisi dalam indeks kekuatan paspor ini mencerminkan dinamika hubungan diplomatik serta kebijakan keterbukaan antarnegara di tingkat global. Peningkatan jumlah destinasi bebas visa terbukti menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemudahan investasi lintas negara.

Melalui publikasi indeks kekuatan paspor dunia tahun 2026 ini, diplomasi internasional dipastikan terus menjadi kunci utama bagi setiap negara. Penguatan kerja sama bilateral dan multilateral diharapkan dapat terus meningkatkan mobilitas serta kemudahan perjalanan bagi warga negara di kancah global.