Kupang, Avis News — Pemerintah Kota Kupang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong ratusan pelaku UMKM lokal untuk masuk ke dalam ekosistem digital melalui gelaran Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 dan program Transformasi UMKM Lontar Hijau pada pertengahan Agustus 2026. Akselerasi adopsi teknologi pembayaran digital serta pendampingan usaha tersebut dijalankan oleh Pemkot Kupang dan BI NTT guna memperluas jangkauan pasar produk lokal hingga ke wilayah perbatasan, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang positif, serta mewujudkan bisnis ramah lingkungan yang berdaya saing global.
Pemerintah Kota Kupang memberikan apresiasi tinggi atas meluasnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai QRIS di kalangan pedagang dan pelaku usaha mikro. Akses transaksi yang serba praktis dan transparan dipandang menjadi pilar utama dalam meningkatkan kelas serta efisiensi operasional UMKM lokal.
Di kawasan perbatasan, BI NTT turut memperkuat kapasitas 120 UMKM di Kabupaten Belu agar mampu memanfaatkan jaringan perdagangan digital. Penguatan ekonomi di wilayah garda terdepan ini ditujukan untuk membuka peluang ekspor dan transaksi lintas batas yang lebih dinamis.
Melalui program gebrakan Transformasi UMKM Lontar Hijau 2026, Bank Indonesia fokus mengarahkan para pelaku usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip bisnis keberlanjutan. Produk hortikultura, kerajinan, dan kuliner khas NTT didorong agar memenuhi standar hijau yang makin diminati pasar internasional.
Data indikator makro menunjukkan bahwa ekonomi Nusa Tenggara Timur terus tumbuh positif seiring dengan bergeraknya sektor industri pengolahan dan UMKM. Sinergi antara otoritas moneter, pemerintah daerah, dan perbankan terbukti mampu menjaga daya tahan ekonomi rakyat.
Selain pelatihan pemasaran digital dan integrasi QRIS, para pelaku UMKM juga dibekali dengan literasi keuangan serta akses pembiayaan yang memadai. Pelatihan manajemen usaha secara terstruktur diberikan untuk memastikan produk lokal mampu bersaing dengan komoditas luar daerah.
Melalui perluasan pasar digital dan pendampingan UMKM yang masif ini, Pemkot Kupang dan BI NTT optimistis perekonomian daerah akan makin mandiri. Digitalisasi UMKM dipastikan tetap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi inklusif di Nusa Tenggara Timur.