Kupang, Avis News — Di tengah situasi darurat setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, sebuah aksi solidaritas datang dari pemilik Maci Mart di Reo, Kabupaten Manggarai.

Pemilik toko, Nurdin, memilih tetap membuka tokonya bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan membantu warga yang membutuhkan kebutuhan dasar, terutama susu dan popok bayi.

Keputusan itu diambil meski Nurdin dan para karyawannya juga terdampak gempa. Ia meminta karyawan membuka toko untuk melayani warga yang benar-benar membutuhkan perlengkapan bayi dalam kondisi darurat.

Toko Dibuka, Bukan untuk Berjualan

Nurdin mengatakan kondisi bangunan Maci Mart masih cukup baik setelah gempa. Sejumlah barang di dalam toko memang berantakan akibat guncangan, tetapi masih dapat dimanfaatkan.

Ia kemudian mengarahkan karyawannya untuk menyediakan kebutuhan bayi secara gratis bagi masyarakat terdampak.

“Kami tidak cari untung”, menjadi prinsip yang ia pegang dalam membuka kembali tokonya di tengah situasi bencana. Bahkan, penjualan rokok dihentikan agar dana dapat diarahkan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Solidaritas dari Tengah Bencana

Kisah tersebut kemudian beredar di media sosial setelah diunggah melalui akun Threads @kang_iman. Aksi Nurdin mendapat perhatian publik karena dilakukan ketika dirinya dan para pekerjanya juga berada dalam situasi terdampak bencana.

Bagi warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama keluarga dengan bayi, ketersediaan susu dan popok menjadi kebutuhan mendesak.

Di tengah kondisi Flores yang masih menghadapi masa tanggap darurat, aksi sederhana dari sebuah toko di Reo itu menjadi gambaran bahwa bantuan tidak selalu datang dari lembaga besar.

Kadang, pertolongan pertama datang dari tetangga, pemilik toko, dan orang-orang yang memilih berbagi ketika mereka sendiri sedang menghadapi bencana.