Kupang, Avis News — Malaysia mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata paling populer di Asia Tenggara sepanjang tahun 2025 dengan membukukan rekor kunjungan sebanyak 42,2 juta wisatawan mancanegara, sementara Indonesia menempati urutan kelima di kawasan ASEAN dengan raihan 15,4 juta kunjungan. Dominasi Negeri Jiran dalam peta pariwisata regional ini berhasil dicapai berkat kemudahan kebijakan bebas visa yang agresif, perluasan konektivitas penerbangan internasional, serta pembenahan infrastruktur transportasi penunjang di berbagai titik destinasi utama.

Pencapaian Malaysia tersebut melampaui posisi Thailand yang berada di peringkat kedua dengan total 33 juta kunjungan turis internasional. Kinerja impresif sektor pariwisata Malaysia terutama ditopang oleh tingginya arus pergerakan wisatawan dari negara-negara tetangga di kawasan ASEAN serta pemulihan pasar Asia Timur secara signifikan.

Berikut adalah daftar 5 Besar Negara ASEAN Paling Banyak Dikunjungi Turis Asing (2025) berdasarkan data resmi pariwisata kawasan:

  • Peringkat 1 — Malaysia: 42,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
  • Peringkat 2 — Thailand: 33,0 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
  • Peringkat 3 — Vietnam: 21,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
  • Peringkat 4 — Singapura: 16,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
  • Peringkat 5 — Indonesia: 15,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Posisi Indonesia yang berada di peringkat kelima menjadi bahan evaluasi penting bagi pemangku kebijakan pariwisata nasional. Meski mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, capaian Indonesia dinilai masih memerlukan akselerasi yang lebih masif untuk mengejar ketertinggalan dari negara tetangga.

Kementerian Pariwisata terus mengupayakan berbagai strategi guna mendongkrak daya saing pariwisata Indonesia di kancah regional. Penguatan promosi destinasi super prioritas, perbaikan aksesibilitas penerbangan langsung, serta penyederhanaan izin penyelengaraan ajang skala internasional menjadi fokus utama pembenahan.

Para pengamat pariwisata menilai bahwa perbedaan signifikan dalam jumlah kunjungan wisman antara Malaysia dan Indonesia dipengaruhi oleh faktor geografis dan kemudahan aksesibilitas. Malaysia sangat diuntungkan oleh batas darat langsung dengan Singapura dan Thailand yang mempermudah pergerakan turis pelintas batas harian.

Melalui peta perbandingan kinerja pariwisata ASEAN ini, seluruh pemangku kepentingan di tanah air didorong untuk semakin solid memperkuat ekosistem pariwisata nasional. Pembenahan layanan, ketersediaan opsi transportasi yang terjangkau, dan diversifikasi paket wisata diharapkan mampu mendorong posisi Indonesia naik ke peringkat yang lebih tinggi di masa depan.