Kupang, Avis News — Inovasi teknologi pembayaran terus berkembang. Salah satunya datang dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui pengembangan PoIPay, platform pembayaran yang memanfaatkan identifikasi biometrik berupa sidik jari.

Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis. Pengguna tidak lagi harus selalu mengandalkan kartu fisik dalam melakukan transaksi.

Pemanfaatan teknologi biometrik menjadi bagian dari perkembangan ekosistem pembayaran digital yang semakin mengutamakan kemudahan sekaligus keamanan identitas pengguna.

Sidik Jari sebagai Identitas Pembayaran

Konsep PoIPay mengandalkan sidik jari sebagai bagian dari proses autentikasi. Identitas biometrik pengguna digunakan untuk menghubungkan transaksi dengan akun atau sumber dana yang telah terdaftar.

Gagasan tersebut menarik karena sidik jari memiliki karakteristik unik pada setiap orang. Namun, penerapan teknologi seperti ini tetap membutuhkan sistem keamanan yang kuat, terutama dalam pengelolaan data biometrik.

UGM sendiri telah mengembangkan berbagai layanan digital untuk mendukung aktivitas mahasiswa. Sistem kampus juga telah memanfaatkan teknologi digital, termasuk fitur presensi berbasis QR pada Simaster vNEXT.

Bukan Sekadar Mengganti Kartu

Kehadiran PoIPay menunjukkan bahwa inovasi pembayaran tidak lagi hanya berbicara tentang kartu, aplikasi atau kode QR.

Biometrik membuka kemungkinan transaksi yang lebih terintegrasi dengan identitas pengguna. Jika dikembangkan secara aman, teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran hingga layanan tertentu di lingkungan pendidikan.

Sebelumnya, UGM juga telah memiliki ekosistem kartu mahasiswa dengan berbagai fungsi transaksi, termasuk pembayaran nontunai, QRIS, mobile banking dan layanan kampus.

Tantangannya kini adalah memastikan inovasi pembayaran berbasis biometrik tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga memenuhi standar perlindungan data dan keamanan transaksi.

Teknologi boleh membuat pembayaran semakin sederhana. Tetapi ketika yang digunakan adalah identitas tubuh manusia, keamanan data harus menjadi bagian utama dari inovasinya.