Kupang, Avis News — Aktris serbabisa Luna Maya kembali memperluas kiprahnya di industri perfilman tanah air. Tidak hanya aktif di depan layar sebagai pemeran, Luna kini mengambil tantangan baru di balik layar dengan bergabung sebagai Produser Eksekutif untuk film terbaru berjudul Desember Jani, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 10 Desember 2026.
KETURUTAN DITENGAH JALAN KARENA IKATAN EMOSIONAL
Keterlibatan Luna dalam proyek film ini bermula ketika proses produksi telah berjalan di tengah jalan. Setelah menonton potongan film tersebut, ia mengaku tersentuh secara emosional hingga tanpa sadar menitikkan air mata pada adegan yang tampak sederhana.
“Sebenernya lumayan udah tengah jalan. Tapi memang untuk ego-nya itu cukup memakan waktu ya, karena banyak pertimbangan juga. Tapi entah kenapa, hatiku tuh kayak ngedorong kayaknya harus deh join,” ungkap Luna Maya saat ditemui di kawasan Forksteel.
Menurutnya, alur cerita Desember Jani memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan dinamika hubungan antara orang tua dan anak sebuah persoalan nyata yang juga ia pahami melalui pengalaman pribadinya bersama sang bunda, serta kisah-kisah yang sering dibagikan oleh rekan-rekannya yang telah berumah tangga.
“Enggak usah jadi ibu. Jadi orang dewasa aja dengan semua kesibukan, permasalahan, itu kan enggak gampang. Temen-temen aku sekarang yang udah berkeluarga, ternyata gejolak itu cuma beda cerita masalahnya aja, tapi rasanya tuh sama,” tambahnya.
PASANG TARGET PRODUKSI DAN KOLABORASI STRATEGIS
Langkah mantap terjun sebagai produser eksekutif ini merupakan bagian dari visi besar Luna di industri perfilman. Ia memasang target ambisius untuk memproduksi minimal tiga film dalam kurun waktu satu tahun.
Bagi Luna, keterlibatannya di balik layar bukan sekadar pertimbangan bisnis semata, melainkan sarana untuk menyuarakan cerita-cerita bermakna serta berkolaborasi dengan rumah produksi (production house) yang telah berpengalaman mapan.
“Kalau one day pun kalau harus jadi produser, ada project yang aku pengen aku produce, aku pengen aku kerja sama dengan production house yang udah established, yang udah lebih berpengalaman, jadi kita bisa kolaborasi,” pungkasnya.
Di atas kertas, transformasi seorang aktor menjadi produser di balik layar menandai kedewasaan berkarier di industri kreatif.
Tetapi ujian sesungguhnya terletak pada konsistensi menjaga kualitas karya agar pesan emosional yang ingin disampaikan benar-benar sampai di hati penonton layar lebar Indonesia.