Kupang, Avis News — Sekuel film horor supranatural yang sukses besar pada tahun 2024 silam, Kuasa Gelap, resmi bersiap meneror layar bioskop tanah air.
Paragon Pictures merilis trailer perdana untuk kelanjutan kisah bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop termasuk dalam format khusus IMAX mulai 8 Oktober 2026. Film ini kembali mempertemukan aktor kenamaan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia untuk memerankan karakter dua pemuka agama yang berhadapan dengan kekuatan supranatural.
TRAILER RESMI DAN TEROR ENTITAS KUNO REPHAIM
Masih mengusung premis yang terinspirasi dari kisah nyata praktik eksorsisme di Indonesia, cerita sekuel ini bermula ketika seorang pebisnis sukses di kota pesisir bernama Halim meyakini bahwa kerja keras dan amal sesama jauh lebih berdampak nyata dibandingkan doa kepada Tuhan.
Namun, kehidupan keluarga Halim mendadak berubah mencekam ketika sang anak, Daniel, mengalami gangguan gaib yang misterius. Pihak Gereja Katolik yang menerima laporan tersebut lantas menugaskan kembali Romo Thomas (Lukman Sardi) dan Romo Rendra (Jerome Kurnia) untuk melakukan ritual eksorsisme.
Penelusuran lebih dalam mengungkap bahwa teror mistis yang dialami Daniel ternyata berpaut erat dengan praktik pesugihan masa lalu yang memanggil entitas kuno yang jauh lebih kuat dan berbahaya bernama Rephaim.
SKALA LEBIH BESAR DI BAWAH ARAHAN RIZAL MANTOVANI
Proses produksi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah telah rampung dikerjakan pada rentang Maret hingga April 2026, dengan naskah cerita yang kembali ditulis oleh Andri Cahyadi bersama produser Robert Ronny.
Terdapat pergeseran di kursi sutradara, di mana film kedua ini diarahkan oleh sineas spesialis horor Rizal Mantovani, menggantikan Bobby Prasetyo yang menggarap film pertamanya. Produser Robert Ronny menyatakan bahwa sekuel ini dirancang dengan ambisi besar untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang jauh lebih masif.
"Dengan suksesnya Kuasa Gelap yang pertama, kami ingin menghadirkan film Kuasa Gelap dengan skala yang jauh lebih besar," ungkap Robert. Rizal Mantovani menambahkan, sekuel ini akan menjadi arena pertarungan iman yang jauh lebih brutal dan intens bagi para karakter utamanya.
MENGUJI BATAS IMAN DI ATAS LAYAR LEBAR
Di atas kertas, kehadiran sekuel film horor bertema eksorsisme Katolik di Indonesia menandai tren positif keberanian industri sinema lokal untuk mengeksplorasi genre spesifik dengan standar produksi tinggi.
Tetapi ujian terbesar dari sebuah film sekuel bukan sekadar menampilkan efek visual yang lebih megah atau teror yang lebih menyeramkan, melainkan bagaimana kedalaman cerita dan pergulatan batin karakternya tetap terjaga di tengah gempuran adegan spektakuler.
Ketika Romo Thomas dan Romo Rendra kembali melangkah ke medan eksorsisme melawan entitas kuno Rephaim, penonton diajak bukan sekadar untuk terkejut oleh jeritan di ruang gelap, melainkan merenungkan kembali arti keteguhan iman di tengah godaan dunia yang fana.