Kupang, Avis News — Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur terus diperbarui. Berdasarkan data dalam infografis pemutakhiran hingga 22 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA, korban meninggal dunia mencapai 87 orang, sementara 336 orang luka berat dan 962 orang luka ringan.

Jumlah warga yang harus mengungsi juga terus bertambah hingga mencapai 150.576 jiwa. Data sebelumnya yang dirilis BNPB pada 21 Agustus mencatat 83 korban meninggal dan 110.785 pengungsi.

Kerusakan Rumah Capai 44 Ribu Unit

Gempa yang mengguncang wilayah NTT juga menimbulkan kerusakan besar pada permukiman warga.

Data pemutakhiran mencatat 44.947 rumah terdampak, terdiri atas 17.176 rumah rusak berat, 9.758 rusak sedang, dan 18.013 rusak ringan. Angka kerusakan rumah tersebut juga telah dikonfirmasi dalam laporan berdasarkan data BNPB.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Dalam infografis tercatat 153 fasilitas kesehatan, 303 fasilitas pendidikan, dan 119 fasilitas ibadah mengalami kerusakan.

Korban Tersebar di Sejumlah Kabupaten

Korban meninggal tercatat tersebar di sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores. Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi dalam data yang ditampilkan.

BNPB sebelumnya menyebut penanganan darurat terus difokuskan pada pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, distribusi logistik serta pemulihan infrastruktur vital. Hingga 21 Agustus, infrastruktur kelistrikan di wilayah Flores bagian timur dan barat telah dilaporkan pulih 100 persen.

Pemerintah dan tim gabungan masih melakukan pemutakhiran data di lapangan karena kondisi korban, kerusakan, dan kebutuhan pengungsian dapat berubah seiring proses pendataan.

Gempa NTT bukan hanya meninggalkan angka korban, tetapi juga pekerjaan panjang untuk memulihkan rumah, fasilitas publik, dan kehidupan ribuan keluarga yang terdampak.