Kupang, Avis News — Menteri Pariwisata (Menpar) resmi membuka gelaran Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembukaan festival religi dan budaya yang kembali masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) ini digelar guna memperkuat pariwisata berkelanjutan, menggerakkan ekonomi lokal, serta menegaskan partisipasi aktif masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan pariwisata daerah.

Dalam sambutannya, Menpar menekankan bahwa keberhasilan Festival Golo Koe tidak lepas dari kolaborasi inklusif antara Pemerintah Daerah, Gereja Keuskupan Ruteng, serta komunitas lokal. Keterlibatan masyarakat bahari dan pelaku usaha setempat dinilai menjadi penggerak utama yang menjadikan Labuan Bajo kian bersinar sebagai destinasi wisata religi dan budaya kelas dunia.

Kami melihat partisipasi masyarakat yang luar biasa adalah motor penggerak dan kekuatan utama dari kesuksesan Festival Golo Koe 2026 ini. Acara ini menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan penguatan budaya, pelestarian lingkungan, serta peningkatan ekonomi lokal secara inklusif,” ujar Menpar dalam Berbagai resminya saat membuka festival di Labuan Bajo.

Festival yang memadukan pameran ekonomi kreatif, pertunjukan seni budaya, dan ritus keagamaan ini turut mengusung misi penting keberlanjutan ekologis di Pulau Flores. Pendekatan pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) ini dirancang agar dampak ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara merata oleh warga lokal tanpa merusak kelestarian alam sekitar.

Antusiasme pengunjung dan wisatawan mancanegara terlihat memenuhi area festival sejak hari pertama penyelenggaraan. Beragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khas Flores—seperti kain tenun ikat, olahan kuliner lokal, hingga kerajinan tangan—menjadi daya tarik utama yang paling diminati para wisatawan yang hadir.

Gereja dan para tokoh masyarakat setempat turut menyambut hangat konsistensi penyelenggaraan event tahunan ini sebagai sarana mempererat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian lingkungan. Integrasi antara tradisi spiritual dan promosi pariwisata dinilai sukses menciptakan identitas unik bagi destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Dengan kembali masuknya Festival Golo Koe ke dalam kalender KEN 2026, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus memberikan dukungan promosi masif di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan serta memperpanjang lama tinggal (length of stay) turis di kawasan Nusa Tenggara Timur.

Melalui suksesnya pembukaan Festival Golo Koe 2026 ini, Labuan Bajo membuktikan bahwa pariwisata berbasis budaya dan partisipasi warga mampu menjadi pilar ekonomi yang tangguh. Sinergi antara tradisi, pemberdayaan ekonomi UMKM, dan pemeliharaan lingkungan diharapkan dapat terus menjadi tolok ukur pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.