Kupang, Avis News — Dua lokasi di Indonesia berhasil menembus daftar destinasi wisata satwa liar terbaik di dunia. Kehadiran tempat tersebut memperkuat daya tarik wisata berbasis perjumpaan langsung dengan binatang di habitat aslinya. Perusahaan perjalanan Bailey Robinson menyusun daftar 30 pengalaman wisata satwa liar paling menarik global melalui Wildlife Experience Index.

Penilaian ini mengukur enam indikator utama, yaitu kelangkaan satwa, keterpencilan lokasi, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, serta peluang bertemu satwa. Setiap kriteria dinilai hingga skor maksimal 10 untuk menghasilkan angka akhir dari skala 100. Indonesia menyumbangkan dua kawasan, yakni ekspedisi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, serta pengamatan habitat orang utan di Hutan Kalimantan.

Komparasi Peringkat dan Eksklusivitas Destinasi Global

Posisi puncak indeks tersebut ditempati oleh aktivitas melihat gorila gunung di Rwanda dan Uganda yang mengantongi nilai 90. Layanan pemandu berpengalaman membuat pengalaman ini meraih nilai sempurna pada kriteria peluang perjumpaan satwa. Akses wisatawan ke habitat gorila ini dibatasi secara ketat, di mana pihak pengelola di Rwanda hanya menerbitkan 96 izin trekking per hari, sedangkan Taman Nasional Bwindi di Uganda membatasi pengunjung maksimal delapan orang harian untuk tiap kelompok gorila.

Peringkat kedua diraih ekspedisi penguin kaisar di Antarktika dengan raihan nilai 88,5 setelah memperoleh poin sempurna untuk aspek keterpencilan dan eksklusivitas. Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh ekspedisi antelop saiga di Kazakhstan dengan skor 87, mempertegas dominasi kawasan Asia dan Afrika dalam daftar sepuluh besar.

Prinsip Pelestarian dan Nilai Konservasi

Direktur Penjualan Bailey Robinson, Sarah Parker, menjelaskan bahwa terdapat keterkaitan erat antara keterpencilan lokasi dan tingkat kelangkaan satwa. Pengalaman satwa liar yang istimewa umumnya menuntut perjalanan lebih jauh ke dalam alam bebas dengan jumlah pengunjung yang sangat terbatas. Ia menegaskan bahwa kemewahan yang sebenarnya adalah kesempatan untuk mengalami sesuatu yang langka dan bermakna, sambil bepergian secara bertanggung jawab serta mendukung kawasan dan proyek konservasi yang membuat perjumpaan ini bisa terjadi.

Kehadiran Ujung Kulon dan Hutan Kalimantan dalam indeks global ini membuktikan bahwa potensi ekowisata Nusantara tidak hanya menjual daya tarik keindahan alam semata, melainkan juga memegang peran krusial dalam menjaga kelangsungan hidup spesies langka dunia secara berkelanjutan.

Ketika keterpencilan alam dan komitmen pelestarian berjalan seiring, keanekaragaman hayati Nusantara mampu berdiri sejajar dalam panggung ekowisata terbaik dunia.