Kupang, Avis News — Pengamat politik nasional Selamat Ginting menilai Pemilu 2029 sebagai momen pertaruhan hidup dan mati (do or die) bagi keberlanjutan eksistensi politik mantan Presiden Joko Widodo serta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pandangan dan analisis dinamika politik tersebut disampaikan oleh pengamat guna memetakan pergerakan konsolidasi awal PSI yang mulai mencuri start menuju 2029, menganalisis strategi "turun gunung" Jokowi dalam membesarkan partai, serta menegaskan bahwa kegagalan menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di Pemilu 2029 bakal mengakhiri pengaruh dinasti politik keluarga Solo di panggung nasional.

Langkah PSI yang mulai memanaskan mesin partai dari tingkat akar rumput hingga desa mendapat perhatian luas dari para pengamat politik. Konsolidasi kepengurusan daerah diakselerasi guna mengejar target besar yang dicanangkan pimpinan partai.

Jokowi sebelumnya menegaskan bahwa target PSI pada Pemilu 2029 mendatang tidak sekadar masuk ke DPR RI di Senayan, melainkan meraih porsi kemenangan yang signifikan. Dukungan penuh serta ketokohan mantan presiden tersebut dipandang sebagai variabel kunci dalam mendongkrak perolehan suara partai.

Sejumlah pengamat menilai keterlibatan aktif Jokowi merupakan strategi antisipasi yang cermat dalam menghadapi peta persaingan dan perebutan dukungan menuju Pilpres 2029. Pergerakan cepat ini sekaligus berpotensi memicu pergeseran peta solidaritas di internal koalisi partai politik pendukung pemerintah.

Kendati demikian, para analis memberikan catatan kritis bahwa Pemilu 2029 akan menjadi ujian paling menentukan. Kegagalan meloloskan kader ke parlemen dinilai bakal memberikan dampak sistematis (wassalam) bagi keberlanjutan regenerasi kepemimpinan dinasti politik yang sedang dibangun.

Di tingkat daerah, jajaran pengurus PSI bergerak memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Penguatan jaringan konstituen di tingkat bawah dipandang sebagai fondasi utama untuk mengamankan ambang batas suara nasional.

Melalui manuver "curi start" politik dan konsolidasi DPD hingga tingkat desa ini, PSI menunjukkan komitmennya untuk tampil sebagai kekuatan utama pada Pemilu 2029. Efektivitas pengaruh figur Jokowi dipastikan tetap menjadi faktor penentu arah perjalanan politik partai tersebut ke depan.