Kupang, Avis News — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengumpulkan Panglima TNI, Kapolri, hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Kompleks Parlemen Senayan untuk menggelar rapat koordinasi pengamanan nasional skala besar. Pertemuan tertutup yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Mensesneg Prasetyo Hadi ini digelar guna mematangkan skenario keamanan jelang Sidang Tahunan MPR RI serta Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Agenda koordinasi tingkat tinggi ini berfokus pada pemetaan potensi kerawanan politik dan keamanan (polkam) serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Agustus 2026. Parlemen memandang sinergi antarlembaga pertahanan dan penegak hukum sangat krusial demi memastikan seluruh rangkaian acara kenegaraan berjalan secara kondusif, khidmat, dan aman di seluruh pelosok negeri.
“Kami di DPR sengaja mengumpulkan para pimpinan penegak hukum, keamanan, dan intelijen untuk memastikan kesiapan penuh stabilitas polkam selama bulan Agustus ini. Kita ingin perayaan HUT ke-81 RI serta Sidang Tahunan MPR nanti berjalan dengan aman, tertib, tanpa ada gangguan sekecil apa pun,” ungkap perwakilan pimpinan DPR RI setelah memimpin rapat koordinasi tertutup tersebut di Jakarta.
Panglima TNI menegaskan kesiapan penuh jajaran prajurit dari ketiga matra untuk memback-up penuh aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. TNI memastikan akan bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh masyarakat Indonesia serta kelancaran prosesi peringatan kemerdekaan, baik di ibu kota maupun daerah perbatasan.
“Saya bertanggung jawab langsung atas keamanan masyarakat di seluruh wilayah Republik Indonesia. Personel TNI sudah kami siapkan dan sebar di berbagai titik strategi demi memastikan perayaan HUT RI tahun ini berlangsung sangat aman dan menguntungkan bagi semua pihak,” tegas Panglima TNI secara lugas di hadapan media.
Senada dengan hal tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa jajaran Kepolisian Republik Indonesia telah menyiapkan penebalan personel dan rekayasa pengamanan berlapis di titik-titik vital. Penjagaan ketat bakal difokuskan di sekitar Gedung DPR/MPR RI, jalur pergerakan tamu negara, hingga pusat-pusat keramaian masyarakat yang menggelar perayaan HUT RI.
Penguatan alur intelijen dari Badan Intelijen Negara (BIN) juga disiagakan secara masif untuk melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan. Pemantauan ketat tidak hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga menyasar ruang siber guna mengantisipasi penyebaran disinformasi atau provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Selain pengamanan acara inti kenegaraan, rapat koordinasi ini turut menyepakati pembagian zona pengamanan khusus di tingkat pemerintah daerah. DPR RI meminta seluruh instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar suasana perayaan kemerdekaan di daerah tetap kondusif dan tertib.
Melalui konsolidasi ketat antara parlemen, kementerian, TNI, Polri, dan instansi intelijen ini, pemerintah optimistis seluruh agenda kenegaraan di bulan Agustus akan berlangsung aman tanpa kendala berarti. Sinergi lintas lembaga ini sekaligus menjadi jaminan kepastian keamanan bagi publik serta para tamu asing yang menghadiri peringatan sejarah kemerdekaan Indonesia.