Kupang, Avis News — Klaim mengenai aktivitas menangis di malam hari yang dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berbagai narasi yang beredar menyebutkan bahwa meluapkan emosi hingga meneteskan air mata pada rentang pukul 19.00 hingga 22.00 efektif membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh.

Namun, para ahli medis dan pakar kesehatan memberikan penjelasan ilmiah untuk meluruskan fenomena psikologis dan fisiologis tersebut agar tidak memicu pemahaman yang keliru di masyarakat.

Penjelasan Ilmiah Pelepasan Hormon dan Kalori

Secara medis, menangis emosional (emotional tears) memang memicu pelepasan hormon kortisol dan prolaktin, serta memacu kerja jantung secara sementara yang membakar sejumlah kecil kalori. Selain itu, pelepasan emosi melalui air mata membantu menurunkan tingkat stres, yang pada akhirnya mengurangi produksi hormon kortisol penyebab penumpukan lemak di area perut.

Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa jumlah kalori yang terbakar saat menangis sangatlah kecil dan tidak signifikan untuk mengubah komposisi berat badan secara drastis. Efek penurunan berat badan yang dirasakan sebagian orang umumnya terjadi akibat hilangnya cairan tubuh atau berkurangnya nafsu makan saat sedang mengalami tekanan emosional.

Risiko Kesehatan dan Imbauan Para Ahli

Dunia medis mengingatkan bahwa menangis secara intens dan berlarut-larut di malam hari bukanlah metode diet yang sehat maupun teruji secara ilmiah. Kebiasaan meluapkan emosi berlebihan sebelum tidur justru berpotensi mengganggu kualitas tidur (sleep hygiene), memicu sakit kepala, hingga mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan atau depresi.

Para pakar menyarankan masyarakat yang ingin menurunkan berat badan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat secara konsisten melalui kaji gizi seimbang, olahraga teratur, serta manajemen stres yang konstruktif.

Melepaskan emosi lewat air mata baik untuk kesehatan mental, namun mengandalkan tangisan sebagai metode penurunan berat badan adalah mitos yang tidak menggantikan peran pola hidup sehat.