Kupang, Avis News — Menjaga pola makan dan rutin berolahraga belum tentu cukup untuk mendukung penurunan berat badan. Kualitas dan durasi tidur juga menjadi bagian penting dalam proses menjaga berat badan.

Kurang tidur dapat memengaruhi pengaturan nafsu makan dan metabolisme. Sejumlah penelitian menemukan bahwa pembatasan tidur berkaitan dengan meningkatnya rasa lapar, perubahan hormon yang mengatur nafsu makan, serta kecenderungan mengonsumsi makanan lebih tinggi energi.

Tidur Kurang, Nafsu Makan Bisa Meningkat

Ketika waktu tidur berkurang, tubuh tidak hanya merasa lelah. Sistem yang mengatur rasa lapar dan kenyang juga dapat ikut terganggu.

Akibatnya, seseorang bisa lebih mudah merasa lapar, lebih tertarik pada makanan berkalori tinggi, atau makan di luar jadwal. Kondisi ini tentu dapat membuat program diet menjadi lebih sulit dipertahankan.

Kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan dan obesitas. CDC menyebut orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam memiliki risiko lebih tinggi terhadap sejumlah masalah kesehatan, termasuk obesitas dan diabetes tipe 2.

Berapa Lama Sebaiknya Tidur?

Untuk orang dewasa usia 18–60 tahun, rekomendasi umumnya adalah setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Tidur yang cukup dan berkualitas membantu tubuh melakukan pemulihan serta mendukung fungsi tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

Karena itu, diet sebaiknya tidak hanya dihitung dari berapa banyak makanan yang masuk dan berapa banyak kalori yang dibakar. Waktu tidur, kualitas tidur, aktivitas fisik dan pola makan perlu dilihat sebagai satu kesatuan.

Kalau ingin diet berhasil, jangan hanya memperhatikan isi piring. Perhatikan juga waktu tubuh beristirahat.