Kupang, Avis News — Kabar gembira sekaligus mendebarkan datang bagi para pecinta film horor Tanah Air. Sutradara Joko Anwar resmi mengumumkan produksi babak penutup dari trilogi horor fenomenalnya, Pengabdi Setan 3: Origin, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2027.

Sesuai dengan tajuknya, film ketiga ini diproyeksikan bakal membongkar secara tuntas akar mula dari segala teror dan misteri kutukan sekte rahasia yang melingkupi keluarga Ibu.

Menariknya, narasi asal-usul kutukan tersebut akan ditarik jauh ke belakang hingga melintasi benua, yakni diawali dari peristiwa bersejarah wabah menari (dancing plague) yang melanda Strasbourg pada tahun 1518.

Melalui pendekatan alur sejarah global ini, Joko Anwar tidak hanya berniat menyelesaikan puzel misteri lokal, melainkan juga menargetkan film ini untuk dapat menembus dan bersaing di pasar bioskop internasional secara lebih masif.

Di atas kertas, penggarapan Pengabdi Setan 3: Origin dengan skala penceritaan lintas zaman ini menjadi sinyal positif bagi lompatan standar industri perfilman Indonesia.

Tetapi dari sisi perkembangan industri kreatif, tantangannya tentu tidak ringan.

Membangun cerita horor berlatar sejarah abad ke-16 menuntut kedalaman riset, kualitas efek visual yang matang, serta eksekusi produksi yang rapi agar tidak kehilangan roh lokalitas yang selama ini menjadi kekuatan utama waralaba Pengabdi Setan.

Ekspansi ke pasar internasional memang membawa gengsi tersendiri bagi sinema Indonesia. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana penceritaan tersebut tetap menyentuh rasa penasaran penonton dalam negeri yang sudah menanti jawaban atas misteri dua film sebelumnya.

Kehadiran Pengabdi Setan 3: Origin diharapkan menjadi bukti bahwa sinematografi horor Nusantara mampu menyajikan narasi yang cerdas, megah, dan berdaya saing global tanpa mengorbankan identitas budayanya.