Kupang, Avis News — Aktor Jefri Nichol melayangkan kritik pedas terhadap insiden pemblokiran rekening perbankan milik aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) jelang aksi unjuk rasa di Jakarta. Sorotan tajam sang aktor mengemuka usai rekening milik aktivis bernama Mas Botok dibekukan oleh Bank Mandiri atas permintaan aparat penegak hukum.

Kecaman tersebut disampaikan Jefri secara terbuka melalui unggahan media sosial resminya. Ia menilai tindakan mematikan akses keuangan warga sipil sebelum mereka sempat menyampaikan aspirasinya merupakan bentuk intimidasi yang sangat mengkhawatirkan.

Akses Keuangan Dibekukan Sepihak

Isu ini mencuat ketika rekening yang digunakan untuk menampung dukungan logistik warga Pati tiba-tiba tidak dapat diakses. Langkah pembekuan akses transaksi digital tersebut ditengarai sebagai upaya menekan pergerakan massa yang berencana menggelar aksi penyampaian pendapat di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Jefri Nichol menyoroti bagaimana intervensi terhadap lembaga perbankan publik digunakan untuk membungkam gerakan sipil. Ia mengkritik keras penggunaan kewenangan aparat yang dinilai berlebihan dalam membatasi ruang gerak finansial warga yang hendak memperjuangkan hak-haknya secara damai.

Ancaman Terhadap Kebebasan Sipil dan Independensi Perbankan

Fenomena pemblokiran rekening ini memicu kekhawatiran publik terkait perlindungan data pribadi serta independensi institusi perbankan nasional. Tindakan pembekuan tanpa proses hukum yang transparan dinilai mencederai kebebasan berpendapat yang dijamin oleh undang-undang.

Kritik luas kini mendesak pihak perbankan dan penegak hukum untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar aturan pembekuan tersebut. Penanganan terhadap aspirasi masyarakat seharusnya mengedepankan dialog, bukan dengan mematikan akses finansial demi meredam suara publik.

Membekukan rekening sebelum suara disampaikan adalah bentuk pembungkaman yang mencederai demokrasi; kebebasan berpendapat dan hak finansial warga wajib dilindungi dari intervensi kekuasaan.