Kupang, Avis News — Skandal besar mengguncang Kepolisian Korsel di Pulau Jeju setelah terungkapnya penanganan ratusan laporan orang hilang yang diduga ditutup secara sepihak. Imbas investigasi internal ini, empat pejabat polisi senior resmi dicopot dari jabatannya, sementara aparat penegak hukum mulai meninjau ulang sedikitnya 298 berkas kasus yang sebelumnya dihentikan.

Kasus ini kian menyita perhatian publik internasional setelah empat orang yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas.

Dugaan Pembohongan Publik dan Penutupan Berkas Masif

Skandal ini mencuat ke publik ketika penyelidikan menemukan indikasi bahwa sejumlah oknum anggota polisi di Jeju memanipulasi prosedur investigasi. Aparat diduga memberikan informasi tidak benar kepada keluarga korban serta secara sepihak menutup 298 kasus orang hilang tanpa mekanisme pencarian yang sah sesuai prosedur.

Penyelidikan mendalam kini tengah berjalan untuk mengusut apakah ada unsur kelalaian sengaja, pemalsuan dokumen resmi, atau upaya penutupan tindak pidana tertentu di balik penutupan massal berkas orang hilang tersebut.

Temuan Jenazah dan Evaluasi Penegakan Hukum

Kepolisian Korea Selatan bergerak cepat dengan menangkap oknum anggota yang terlibat serta melakukan evaluasi total terhadap jajaran kepolisian di Jeju. Penemuan empat jenazah korban hilang menjadi bukti krusial bahwa pembiaran kasus oleh oknum kepolisian telah berpotensi fatal dan merenggut nyawa warga.

Otoritas Korsel memastikan seluruh berkas laporan orang hilang di Jeju akan ditinjau kembali dari awal (review) guna memberikan keadilan bagi keluarga korban serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Pengabaian laporan orang hilang adalah bentuk kelalaian fatal penegak hukum; pembersihan internal dan pembukaan ulang ratusan berkas di Jeju menjadi taruhan reputasi kepolisian Korea Selatan.

Sumber: DETIK, KUMPARAN, KOMPAS, LIPUTAN6, CNN INDONESIA, TIRTO.