Kupang, Avis News — Pasangan ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja tersingkir secara dramatis dari babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai takluk dari wakil Taiwan pada pertengahan Agustus 2026. Kekalahan pahit tersebut harus diterima oleh pasangan Indonesia akibat kehilangan kendali permainan usai mengamankan kemenangan di gim pertama, mengalami penurunan konsentrasi pada momen-momen kritis, serta gagal mengatasi kebangkitan tekanan lawan hingga akhir laga.

Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut awalnya berjalan sangat menguntungkan bagi Rehan dan Gloria. Pasangan ganda campuran tanah air ini berhasil mendominasi tempo permainan dan mengamankan gim pertama dengan keunggulan poin yang cukup meyakinkan.

Namun, dinamika pertandingan berubah drastis memasuki gim kedua ketika pasangan Taiwan mulai mengubah strategi penyerangan. Rehan dan Gloria yang sempat memimpin perolehan angka justru terbawa oleh pola permainan lawan dan banyak melakukan kesalahan sendiri di area pertahanan.

Tekanan makin memuncak pada gim penentuan yang berjalan penuh ketegangan hingga poin-poin tua. Kendati sempat mengantongi keunggulan besar dan berpeluang mengunci kemenangan, Rehan dan Gloria justru kehilangan fokus di saat-saat krusial sehingga lawan mampu membalikkan keadaan secara dramatis.

Usai laga, Rehan dan Gloria mengakui bahwa keraguan dalam mengambil keputusan di lapangan menjadi penyebab utama terlepasnya momentum kemenangan. Kegagalan mengendalikan emosi dan ritme permainan membuat strategi yang telah dirancang tidak berjalan maksimal pada akhir gim.

Tim pelatih mengevaluasi hasil ini sebagai pelajaran berharga mengenai pentingnya konsistensi dan ketahanan mental di panggung kejuaraan tingkat dunia. Pembenahan komunikasi serta penguatan taktik bertahan dipastikan menjadi fokus utama evaluasi sebelum menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Kekalahan ini sekaligus menghentikan langkah ganda campuran Indonesia untuk melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar juara dunia tahun ini. Kendati demikian, perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan Rehan dan Gloria diharapkan tetap menjadi bahan pemecut untuk tampil lebih solid dan bangkit pada ajang internasional mendatang.