Kupang, Avis News — Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin harus mengakhiri langkah mereka di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kekalahan memilukan tersebut harus diterima oleh pasangan muda Indonesia guna menjadi bahan evaluasi mendalam atas performa permainan di lapangan, membenahi pola komunikasi dan strategi bertanding, serta memicu motivasi untuk bangkit pada ajang bulu tangkis internasional berikutnya.
Langkah pasangan ganda putra muda Indonesia ini terhenti setelah berjuang keras menghadapi tekanan dari lawan di babak kedua. Ketatnya perolehan poin tidak mampu menyelamatkan posisi mereka hingga harus merelakan tiket menuju babak 16 besar Kejuaraan Dunia.
Sejak awal gim dimulai, Raymond dan Joaquin berupaya keras menerapkan pola permainan menyerang untuk membongkar pertahanan lawan. Namun, beberapa kesalahan sendiri dan kelengahan dalam mengantisipasi pengembalian bola membuat tekanan berbalik ke arah pasangan Indonesia.
Usai pertandingan, Raymond dan Joaquin mengakui bahwa mereka belum menemukan ritme permainan terbaik untuk keluar dari tekanan lawan. Ketahanan mental serta variasi serangan lawan dinilai menjadi faktor pembeda yang menyulitkan mereka sepanjang laga berlangsung.
Meskipun harus terhenti lebih awal di ajang bergengsi BWF World Championships ini, tim pelatih menilai penampilan ganda putra muda tersebut telah memberikan pengalaman bertanding yang sangat berharga. Pengalaman menghadapi lawan-lawan tingkat atas dunia menjadi modal penting untuk mematangkan pematangan level permainan mereka di masa depan.
Raymond dan Joaquin mengutarakan komitmennya untuk segera berbenah dan mengevaluasi seluruh kekurangan teknik maupun fisik usai laga di India tersebut. Dukungan penuh dari jajaran pelatih dan publik bulu tangkis tanah air diharapkan menjadi amunisi tambahan bagi mereka untuk kembali tampil kuat.
Melalui hasil evaluasi ini, sektor ganda putra Indonesia dipastikan terus melakukan pembenahan regenerasi atlet agar dapat kembali mendominasi panggung bulu tangkis dunia. Tekad pantang menyerah dari para pemain muda dipastikan menjadi pijakan penting dalam meraih prestasi yang lebih tinggi di turnamen-turnamen mendatang.