Kupang, Avis News — Platform video asal China, Bilibili, tengah menjadi perhatian setelah memperkuat program monetisasi bagi para kreator konten. Platform yang kerap disebut sebagai salah satu “YouTube-nya China” tersebut membuka peluang bagi kreator untuk memperoleh penghasilan dari video yang mereka produksi.
Program ini menjadi bagian dari upaya Bilibili memperkuat ekosistem kreator sekaligus memperluas daya saingnya di tengah dominasi platform video global.
Sejumlah laporan menyebutkan adanya skema pembayaran kepada kreator berdasarkan performa tayangan. Namun, angka pembayaran tertentu yang beredar di media sosial belum dikonfirmasi secara resmi oleh Bilibili dan besaran pendapatan kreator dapat berbeda-beda.
Pendapatan kreator disebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain asal negara penonton, kategori konten, nilai iklan, serta performa video. Karena itu, penghasilan tidak dapat disamaratakan hanya berdasarkan jumlah penayangan.
Dalam skema monetisasi yang diberitakan, kreator juga harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk jumlah pengikut dan tayangan publik yang memenuhi ketentuan, serta memproduksi konten orisinal dan mematuhi aturan hak cipta maupun pedoman komunitas.
Bilibili sendiri selama ini dikenal sebagai platform yang kuat di bidang konten video, khususnya anime, gaming, hiburan, dan komunitas kreator. Penguatan monetisasi menjadi langkah penting untuk menarik lebih banyak kreator sekaligus mempertahankan pengguna di dalam ekosistemnya.
Jika strategi tersebut terus diperluas ke pasar internasional, Bilibili berpotensi menjadi salah satu pesaing yang semakin diperhitungkan dalam industri video digital.
Meski demikian, klaim mengenai besaran pembayaran hingga sekitar 0,70 dolar AS per 1.000 tayangan masih perlu dilihat secara hati-hati karena belum terdapat konfirmasi resmi mengenai tarif tetap tersebut. Pendapatan aktual kreator tetap bergantung pada berbagai faktor dalam sistem monetisasi Bilibili.
Perkembangan ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan platform video global. Bagi kreator Indonesia, munculnya alternatif monetisasi juga membuka peluang baru, tetapi tetap perlu memperhatikan ketentuan akses, pembayaran, hak cipta, dan ketersediaan program di masing-masing negara.
Avis News akan terus mengikuti perkembangan industri ekonomi kreator dan platform digital yang berpotensi membuka peluang baru bagi kreator Indonesia.