Kupang, Avis News — Atlet panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih pada ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di Guiyang, China.
Cikal menjadi yang terbaik pada nomor boulder putra U-17 setelah mencatat skor 69,7 pada babak final. Ia mengungguli atlet Jepang Takumi Nakayama yang meraih 69,2 poin dan wakil Korea Selatan Jungyoon Choi dengan skor yang sama.
Bangkit di Babak Final
Prestasi Cikal menjadi semakin istimewa karena sebelumnya ia hanya menempati posisi ketujuh pada babak sebelumnya. Atlet muda Indonesia itu mampu memperbaiki penampilannya ketika memasuki final dan akhirnya merebut posisi teratas.
Cikal turun pada dua nomor dalam kejuaraan tersebut, yakni lead putra U-17 dan boulder putra U-17. Keikutsertaannya merupakan bagian dari program pembinaan atlet muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman di kompetisi internasional.
Emas Pertama Indonesia
Medali Cikal menjadi emas pertama Indonesia dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung pada 21–25 Agustus dan mempertandingkan disiplin speed, lead, boulder, serta speed relay.
Federasi Panjat Tebing Indonesia sebelumnya mengirim 13 atlet muda, terdiri dari enam putra dan tujuh putri, untuk berlaga di berbagai nomor U-17 dan U-19.
Bagi Cikal, kemenangan ini menambah catatan positif dalam perjalanan kariernya. Sebelumnya, ia juga telah menembus final boulder pada kejuaraan dunia kelompok umur di Arco, Italia.
Dari dinding panjat di Guiyang, Cikal mengirim pesan bahwa regenerasi panjat tebing Indonesia terus menemukan pijakannya.