Kupang, Avis News — Chelsea tampil begitu dominan saat menggilas AC Milan dengan skor telak 3-0 dalam laga pramusim bertajuk Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Namun, di balik kemenangan meyakinkan The Blues melalui dua gol João Pedro pada menit ke-18 dan 56' serta aksi Moisés Caicedo di menit ke-71 tersebut, perhatian publik dan warganet di media sosial justru tersedot pada buruknya kualitas siaran televisi TVRI yang dinilai jauh dari standar internasional.
Sejumlah penonton dan pecinta sepak bola nasional membanjiri ruang digital dengan kritik tajam terkait pengalaman menyaksikan pertandingan kelas dunia yang kurang nyaman. Kualitas gambar siaran TVRI dinilai pecah, buram, beresolusi rendah, serta menyajikan pergerakan visual (framerate) yang tidak halus, sehingga sangat mengganggu kenyamanan pemirsa saat mengikuti alur pertandingan di layar kaca.
Kritik tajam dari masyarakat ini menjadi catatan krusial bagi stasiun televisi publik yang sebelumnya telah menggelar ajang nonton bersama (nobar) secara masif di berbagai titik. Kehadiran dua raksasa Serie A dan Liga Inggris di panggung SUGBK seharusnya menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapan matang, tidak hanya dari segi penyelenggaraan ajang olahraga (event organizer), tetapi juga dari kapasitas produksi siaran langsung berstandar global.
Di atas lapangan hijau, performa buruk AC Milan di Jakarta tak pelak memicu gelombang kritik tajam dari media-media papan atas Italia. Pelatih anyar Rossoneri, Ruben Amorim, mengakui secara jujur bahwa kekalahan telak dari Chelsea ini menjadi sinyal bahaya sekaligus pekerjaan rumah (PR) besar bagi timnya untuk segera melakukan pembenahan taktik jelang bergulirnya kompetisi Serie A musim 2026/2027.
Sebaliknya, kemenangan telak tiga gol tanpa balas ini menjadi bukti mantapnya kesiapan Chelsea menatap musim baru. Penampilan gemilang João Pedro yang mengagumkan serta solidnya lini tengah yang dikomandoi Moisés Caicedo menunjukkan efektivitas strategi permainan yang diterapkan tim asuhan The Blues.
Sorotan tajam terhadap penyiaran laga Indonesia Super Cup 2026 ini kembali memicu pertanyaan mendasar di kalangan pengamat penyiaran olahraga. Ketika Indonesia terbukti mampu memboyong klub-klub elite dunia sekelas Chelsea dan AC Milan ke Jakarta, publik mempertanyakan apakah kesiapan infrastruktur dan kualitas produksi siaran televisi nasional sudah benar-benar siap berada di level kompetensi yang sama.
Melalui berbagai catatan evaluasi dari laga Chelsea kontra AC Milan di SUGBK ini, industri penyiaran nasional diharapkan dapat menjadikan kritik publik sebagai ajang perbaikan kualitas teknis secara menyeluruh. Pembenahan kualitas visual, perangkat kamera, hingga standar broadcasting dipandang sangat mendesak agar Indonesia tidak hanya sukses menjadi tuan rumah laga internasional, tetapi juga mampu menyajikan tayangan olahraga berkualitas tinggi yang membanggakan pemirsa di seluruh Nusantara.